Translate

Sabtu, 25 Oktober 2014

Sadar Porsi Tubuh

Menyadari porsi tubuh atau kemampuan tubuh adalah wajib bagi kita sebagai manusia. Setiap manusia diberikan porsi dan kemampuan tubuh masing-masing yang tidak sama antara satu dan yang lainnya. Jangan pernah memaksakan sesuatu yang sebenarnya kita tidak mampu, tapi kita harus berusaha untuk mampu.
Berusaha dan Memaksa adalah dua kata yang sangat berbeda..
Kita harus memberikan efforts, bukan egoism..

Sebagai manusia, sudah sewajarnya kita memiliki sifat konsumtif dan tidak puas.. tetapi kewajaran itu akan berubah menjadi hal yang tidak wajar, bahkan tidak baik ketika kita memaksakan kehendak yang sebenarnya hal tersebut sudah mencapai ouncak kemamouan kita..
Seperti misalnya dalam hal pekerjaan, kita boleh memiliki kerja yang bagus, prestasi dimana-mana, memiliki bisnis sampingan dimana-mana.. pergi pagi pulang malam, setelah sampai di rumah kita masih di bebani oleh tugas-tugas yang harus di lembur dan tugas-tugas lainnya yang menunggu.. otak kita pun kita paksa untuk terus berpikir lagi sampai pagi, tubuh yang sebenarnya membutùhkan waktu istirahat tidak kita pedulikan.
Saat itu, apakah kita menyadari batas kemampuan diri kita? Apakah kita memikirkan mereka, keluarga kita, yang memerlukan perhatian kita??
Bukan hanya materi yang mereka butuhkan, tetapi juga perhatian dan kepedulian kita sebagai Ibu, Ayah, ataupun seorang kakak....

Mari kita sama-sama merenung, mari kita flashback, apakah kita telah memberikan yang terbaik untuk mereka???
Apakah kita telah memberikan cukup waktu untuk mereka??

Rabu, 27 Agustus 2014

INVESTASI WAKTU

Selamat Pagii ;)
Gimana kabar kalian sahabatku?

Saya mau nyeritain kejadian di rumah pagi ini, 
Ceritanya gini... Baca baik-baik yaaa... hehehe

Papa punya rencana untuk memperbaiki pagar di rumah, tetapi seperti yang kita ketahui (according to my last story) beliau sudah tidak bisa lagi kerja berat, jadi beliau menyerahkan sepenuhnya sama pekerja yang dimintai tolong oleh beliau..
Awalnya semua baik-baik saja, tapi lama-kelamaan mulai terlihat bahwa mereka tidak memiliki kekompakan, si Bapak A maunya mengerjakan no. 2 dulu.. Tapi si Bapak B maunya ngerjain no.1 dulu..
si Bapak A memiliki pola kerja Y, tetapi si Bapak B memiliki pola kerja Z..
Akibatnyaaa, pagar kami tidak selesai-selesai setelah lebih dari tiga minggu, karena setiap si Bapak B mengerjakan sesuatu, si Bapak A memperbaiki.. Begitu juga sebaliknya..

Nahh... dari cerita ini saya mendapatkan makna tersirat bahwa Sangatlah diperlukan TOLERANSI, SILATURAHMI, dan KEKOMPAKKAN dalam kehidupan ini.. Terlebih lagi dalam suatu pekerjaan, dalam satu kelompok.. Kalau kita tidak kompak dengan partner kita, kalau kita tidak menyatukan visi dan misi kita dalam pekerjaan tersebut, bagaimana kita bisa menyelesaikannya dengan benar dan sesuai target, dan bagaimana bisa kita mencapai keberhasilan.. Yang ada malah pekerjaan tersebut tidak akan selesai, atau bahkan akan memberikan hasil yang berantakan dan jauh dari kata sempurna..

Begitu juga dalam bisnis yang sedang saya jalani sekarang ini, di sela-sela kesibukan saya di kantor dan penyelesaian skripsi, saya selalu mengINVESTASIkan WAKTU saya kepada bisnis saya. Saya harus bertanggung jawab di bisnis dan dalam jaringan saya untuk terus memeluk erat serta berusaha untuk menciptakan suatu kekompakan antar bawahan atau downline saya agar mereka memiliki misi dan visi yang sama yaitu KESUKSESAN berjama'ah..
Saya (upline) ada untuk mereka, untuk menuntun mereka dan mengajak mereka sukses bersama, BUKAN untuk memperkaya dan mensukseskan diri saya sendiri..

Apalagi mulai sekarang ada promo gila dengan modal sekecil-kecilnya bisa menciptakan income jutaan rupiah dengan modal
SILATURAHMI dan KONSISTEN..

:: DREAM HIGH and CATCH IT! ^_^
InsyaAllah...
e_mail: dnnovita92@gmail.com

Hikmah Itu Nyata

Setiap yang hidup itu pasti akan mendapatkan ujian dari Allah SWT, itu adalah MUTLAK hukumnya.
Di sanalah letak keimanan dan taqwa kita akan diuji, dengan kekayaan, dengan kemiskinan, dengan kepintaran, dengan kebodohan, dengan kesedihan, ataupun dengan kesenangan..

Banyak sekali jalan Allah untuk memberikan ujian kepada umatnya, tetapi sebanyak itu jugakah jalan manusia untuk mampu melihat hikmah dan kenikmatan dari setiap ujian itu?? Seharusnya "iya", tetapi ternyata jawaban itu tidak semua manusia memilikinya. Ada bermacam-macam alasan yang mencoba untuk mematahkan keyakinan itu..

Padahal Allah SWT telah berjanji kepada manusia melalui kitab sucinya dalam QS Al-Insyirah (94/1-8)
"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu hendaknya kamu berharap"

Tetapi manusia terlalu "sombong" untuk meyakini itu, kita terlalu sombong terhadap setiap ujian yang diberikan untuk kita, selalu merasa bahwa ujian untuk kita itu adalah yang paling berat bila dibandingkan dengan orang lain. Sungguh merugi sekali kita meragukan janji TUHAN YANG MAHA ESA, janji yang sudah sangat jelas di tulis dalam kitab suci-Nya..

Ayo... apa lagi yang kita tunggu, segelah kita memohon ampun atas dosa besar kita itu, ambil wudhu, shalat, dan memohon ampunlah kepada Allah SWT atas keraguan itu..
Lalu berdoalah, meminta berkah-Nya agar segera di tunjukkan jalan untuk memecahkan semua permasalahan hidup kita di dunia, dan memohonlah agar kita di lindungi dari Kekejaman Api Neraka...
Na'udzubillah minzalik..

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya..
Amiinn...

Minggu, 24 Agustus 2014

DREAM!!!

Ada sepenggal kalimat dari saudara jauh kita nihh yang sangatt menginspirasiku...
Yang memotivasiku untuk bisa terus menjaga mimpi-mimpiku untuk mengecap pendidikan sampai batas terakhir..

"Entah akan berkarir atau menjadi ibu rumah tangga, seorang wanita WAJIB berpendidikan tinggi karena mereka akan menjadi seorang Ibu. Ibu-ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas.."
::Dian Sastrowardoyo
  
Namun, di samping itu.. ada hal yang tidak jauh lebih penting.. ORANGTUA yang harus kita buat bangga, bukan hanya karena Pendidikan kita yang tinggi, tetapi juga keberadaan kita, kepedulian kita, perhatian kita, dan cinta kita kepada mereka..

So guys.... Dream high and Catch it!!
InsyaAllah! :)

Minggu, 06 Juli 2014

Hari dan Waktu yang Utama dalam Islam

Assalamualaikum...

Sahabat-sahabatku yang baik, tahu tidak hari dan waktu yang utama dalam Islam?

Hari yang utama dalam Islam:
- Hari Jumat
- Hari Arafah (9 Zulhijjah)
- 10 hari pertama bulan Zulhijjah (bulan Haji)
- Hari Asyura
- Malam Lailatul Qadr
- Hari-Hari bulan Ramadan

Waktu yang utama:
- Satu pertiga malam
- Pagi hari
- Sore hari

Nah... Untuk penjelasannya kenapa hari dan waktu tersebut utama dalam Islam, nanti aku jelasin satu-satu ya, sahabat..
Sekarang udah larut malam, waktunya diistirahatkan dulu tubuh titipan Allah SWT ini :)

Selamat Malam!

Wassalam...

Sabtu, 05 Juli 2014

Sekokoh Pohon Kurma

Assalamualaikum..

Ketika Tuhan menciptakan manusia, jodoh, rezeki, dan maut.. Semuanya telah diatur.
Tetapi ketika ada manusia itu menjadi sosok yang ingkar terhadap perintah Tuhan dan Rosul-Nya.. 
itu bukanlah takdir dari Allah SWT, tetapi itu manusia itu sendiri yang menciptakannya. 

Ketika hawa nafsu yang semakin merajalela, mengikuti bisikan-bisikan setan yang semakin hari semakin tinggi levelnya.. di situlah letak keimanan dan ketaqwaan kita diuji oleh Allah SWT..
Tingkat keimanan kita akan naik seiring naiknya tingkat ketaqwaan kita. Mari kita perkuat keimanan dan ketaqwaan kita sekokoh pohon kurma. 


Kenapa harus sekokoh pohon kurma??

Dalam QS Ibrahim : 24-25, Allah SWT bersabda:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah SWT telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah SWT membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (Ibrahim: 24-25)

Dan hal itu pun telah diperjelas dan ditafsir dalam sebuah hadist Nabi SAW:  

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  يَوْمًا لأَصْحَابِهِ « أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ ». فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَذْكُرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأُلْقِىَ فِى نَفْسِى أَوْ رُوعِىَ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَهَا فَإِذَا أَسْنَانُ الْقَوْمِ فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ فَلَمَّا سَكَتُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ النَّخْلَةُ ».
Dari Ibnu Umar berkata, "Suatu hari Rosulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaanya seperti mukmin?' Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui,' "Ibnu Umar berkata, "terlintas dalam benakku untuk menjawab 'pohon kurma', tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rosulullah SAW bersabda, 'Pohon itu adalah pohon kurma.' " 
(HR Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165)  

Aku ingat ketika seseorang bertanya, "Apa orang-orang yang beriman dan bertaqwa itu selalu dibuat susah hidupnya oleh Allah SWT?"
Astaghfirullah..
Tentu tidak sahabatku, masa ujian kita dengan Allah SWT itu berada di sepanjang kehidupan kita. Selama kita masih bernafas, selama itu pula ujian Allah SWT ada. Karena itulah kita harus menyelesaikan soal demi soal itu dengan baik dan teliti. Lakukan yang terbaik untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT di sepanjang hela nafas kita..

Dan pasti ada yang bertanya, "Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa itu?"
Ada seseorang yang aku kagumi dan aku hormati berkata, "Jangan pernah terjebak dengan kriteria-kriteria manusia yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan, karena hal itu akan menyulitkan kita, bahkan bisa menyesatkan kita kepada golongan-golangan orang yang merugi karena menganggap penilaian manusia itu benar dibandingkan dengan score yang di berikan Allah SWT"
Lalu bagimana solusinya?
Beliau menjawab, "Terus dan teruslah memperbaiki diri! Lakukan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW, dan ikutilah petunjuk-petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadist Nabi... InsyaAllah kita akan selamat!"
Wallahu'alam bissawab...


Marilah sahabatku kita berlomba...
Berlomba dalam rangka memberikan yang terbaik untuk menyelesaikan setiap ujian-ujian Allah SWT..
Serta jangan pernah melupakan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba untuk terus berbuat kebaikan dan terus memperbaiki diri untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT.. 
Amiin ya Rabb..

Wassalam...


Keutamaan Makan Sahur

Assalamualaikum..

Selamat Pagi, teman.. Alhamdulillah, hari ini kita masih di berikan kesempatan untuk puasa di Bulan Ramadhan tahun ini.
Semoga Ramadhan ini penuh keberkahan dan lebih baik dari sebelumnya, amiin..

Any way, tahu nggak Apa sih keutamaan sahur di saat puasa Ramadhan???
Di dalam Alqur'an Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS Albaqarah (2):183)
Kepada orang yang hendak berpuasa, Rosulullah SAW menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab. Dari Amr bis Ash ra, Rosulullah SAW bersabda: "Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim)

Apa saja keutamaan makan sahur?
Pertama, makan sahur adalah barokah. Dari Salman ra, Rosulullah SAW bersabda, "Barokah itu ada pada tiga perkara, Al Jama'ah, Ats-Tsarid dan makan sahur." (HR At Thabrani)

Dari Abdullah bin al Harits dari seorang sahabat Rosulullah SAW: Aku masuk menemui Nabi SAW ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau berkata: "Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasa'i)

Makan sahur sebagai barokah sangatlah jelas karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa.

Makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oeh karena itu Rosulullah SAW menamakannya dengan makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda ra: "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur"

Kedua, Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah SWT akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, emmenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdoa kepada Allah agar memaafkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.
Dari Abu Sa'id alKhudri ra, Rosulullah SAW bersabda : "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur."

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma.

Bersabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baiknya sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Dawud)
Barangsiapa yang tidak menemukan kurma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah SAW: "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."

Sunnah Mengakhiri Sahur
Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit ra melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi SAW bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya sholat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.
Anas ra meriwayatka dari Zad bin Tsabit ra."Kami makan sahur bersama Rosulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau sholat." Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab, "kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an." (HR Bukhari dan Muslim)

Marilah kita sempurnakan makan sahur kita saudara saudariku..
Saya selalu berharap semoga saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu di Ramadhan selanjutnya.
Semoga esok selalu menjadi lebih baik dari hari ini. Marilah Kita terus dan terus berjuang untuk memperbaiki diri.

dan semoga semua yang kita lakukan selalu berada di jalan Allah SWT dan penuh dengan keberkahan-Nya...
Amin ya Rabb..


Wassalam...

Sabtu, 28 Juni 2014

Ramadhan Mubarrak ^_^

Assalamualaikum...
Mohon Maaf Lahir dan Batin atas semua dosa dan khilaf dian selama ini ya.. Baik di sengaja maupun tidak di sengaja, tersurat maupun tersirat. Mohon keikhlasannya untuk memaafkan semua khilaf dian..
Marhaban ya Ramadhan...
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa!
Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang, tapi jadikan itu sebagai alat pemersatu dan rasa syukur atas keindahan Islam..



Akhir yang menjadi sebuah Awal semuanya...

27 Desember 2013.. Itu adalah sebuah awal dari semuanya, sebuah awal dari sebuah perjuangan besar yang ada di keluarga kami.
Sore pukul 18.25 semua masih seperti biasa, Papa yang sakit masih tetap bisa sholat bersama kami semua, setelah itu beliau makan. Tapi itu yang tidak biasa, beliau makan jauh lebih banyak dari biasanya, I think... wah, Papa udah sembuh! Alhamdulillah...
Setelah itu Papa tidur seperti biasa, lebih cepat, dan semua terasa baik-baik saja.

Tiba-tiba... tepat pukul 23.45 hampir tengah malam, Mama teriak ketakutan. Di tempat tidur di mana Papa sedang tertiddur pulas, bahkan mendengkur, Mama menangis dan panik. Sesaat itu semuanya beruabah menjadi sebuah kepanikan yang luar biasanya. Dalam kondisi Papa yang masih tertidur pulas dan mendengkur, Papa tidak bisa dibangunkan, beliau tetap pada posisi yang sama sekali tidak bergerak, tapi tetap dalam kondisi mendengkur terus menerus.
Semua panik, termasuk aku.. Ya Allah, apa ini?

Semua terasa begitu singkat, tiba-tiba ambulans datang menjemput kami, tepat Jam 01.00 malam.
Ditengah jalanan yang begitu lengang, ambulans kami melaju dengan begitu cepatt, Rumah Sakit yang biasanya harus di tempuh minimal dalam 2 jam, di malam itu hanya setengah jam saja.
Semua proses yang begitu singkat, semua tindakanku seakan-akan di luar kesadaran, tidak ada setets air mata pun yang jatuh saat semua itu terjadi, Mama yang terisak-isak terus membuatku miris dan terasa begitu perih. Ya Allah, lindungilah Papa.. Berikanlah keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi ini semua.. Hanya itu yang ada dalam pikiranku. Dan Mama terus memelukku begitu erat..
"Ibu, kemungkinan Bapak mengalami pendarahan hebat di otaknya, kami harus bertindak cepat. Mohon tanda tanda tangan kertas persetujuan ini. Kami juga tidak bisa menjamin kalau ini akan berhasil, karena beberapa waktu yang lalu pun ada pasien kami yang menghadap Allah setelah di lakukan tindakan ini. Persentase keberhasilan memang tipis, tapi ini lah satu-satunya tindakan yang harus kita ambil, Bu.. Mohon bantu kami dengan doa dari Ibu dan adek, semoga Allah melindungi Bapak dan kami bisa melakukan semua yang terbaik yang kami bisa"

Kalimat dokter itu selalu terngiang sampai saat ini.. Seakan-akan itu terjadi baru kemarin.
Tapi Alhamdulillah, Semua atas Kuasa ALLAH SWT yang Maha Kuasa atas semuanya, tepat pukul 4.45 pagi saat azan Subuh berkumandang, Dokter keluar dari ruangan dan memberikan berita pada kami..
"Alhamdulillah, Ibu.. ini sebuah mukjizat dari Allah, berkat doa Ibu dan adek, Bapak sudah sadar dan kami tidak memasangkan selang maupun alat-alat lainnya"

Alhamdulillah ya Allah... tidak lama dari itu, Papa keluar dari ruang mengerikan itu menuju ruang perawatan Instalasi Gawat Darurat. Semua alat-alat yang akan di pasang masih menempel di sekujur tubuhnya, begitu mengerikan dan miris. Tapi Alhamdulillah, Papa tidak jadi memakai semua alat itu. Hanya sebuah infus di tangan kanannya.
Beliau sudah sadar, tapi belum bersuara sedikit pun... Beliau hanya melirik aku dan Mama dengan penuh kebingungan yang terlihat di wajahnya.
Setelah itu kami pun langsung Sholat Subuh, mengucapkan rasaa syukur yang tiada tara kepada-Nya.
Subhanallah... semua ini kuasa-Mu ya Allah

Tapi belum cukup sampai di sana... Keadaan Papa masih mengkhawatirkan, kedua kakinya masih tetap bengkak dan tangan serta kepalanya terus gemetar. Sudah satu minggu berlalu berada di ruang UGD tapi Dokter belum juga memperbolehkan kami untuk pindah ke ruang perawatan biasa, dan keadaan Papa pun belum kunjung membaik, terus gemetar, sampai-sampai Papa seringkali menangis dan bertanya "Ya Allah, Papa ngapo, dian?"
dan itu membuat hatiku merasa teriris-iris..

Pada akhirnya, aku berbicara empat mata dengan Dokter mengnai keadaan Papa..
Seperti tersambar petir saat dokter mengatakan "maaf, dek.. sebenarnya kami tidak tega memberitahukan ini. Tapi iya, sepertinya kami harus jujur. Hipertensi bapak yang begitu hebat dan hampir menyerang saraf bahkan ke otak,  ternyata Ginjal Bapak yang telah terserang. Bapak mengalami Hipertensi Ginjal/Gagal Ginjal dan Bapak harus segera menjalani Hemodialisa"
Ya Allah, aku langsung lemasss dan untuk kali ini aku tidak sanggup untuk pura-pura tegar. Aku menangis sejadi-jadinya di depan dokter.
Tapi aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin atas kehendak Allah SWT. Separah apapun penyakit Papa, InsyaAllah akan diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Aku hanya berharap dengan menulis ini, semua yang membacanya bisa mendoakan kesehatan Papa.
Dan berpesan kepada semuanya untuk terus MENYAYANGI kedua orang tua kita, JANGAN PERNAH membuat mereka menangis dan durhaka pada mereka. Kita tidak pernah tahu kapan dan siapa yang akan menghadap Allah SWT terlebih dahulu... Semua hanya Allah SWT yang mengetahui semua Qodo dan Qodar manusia..
Jangan pernah kita mengabaikan kedua orang tua kita atau nanti kita akan menyesal di kemudian hari karena tidak mampu membahagiakan mereka lagi, atau bahkan meminta maaf kepada mereka atas semua kesalahan kita..

Semoga bermanfaat...

Sabtu, 03 Mei 2014

Bisnis Keren yang buat makin cakep...




Daaannnn... 
Oriflame juga menawarkan kedahsyatan lagi nih dalam memanjakan member-membernya, yaitu dengan cara terus menawarkan bonus promo yang gak kalah kerennya..

1. Bonus berasal dari Brand Ambassadornya Oriflame -> ROSSA


2. Mascara, Parfume, dan Hand bag bagi yang baru gabung


3. Selain sebagai member baru, bisa juga langsung dapet hadiah promo ini sekaligus sebagai Sponsor..
    Jadinya double deh hadiahnya...
    MANTAAPPPPP...



Minat?
Langsung aja hubungi yaa...
an. Dian Novita
WA    : 085664856303
e-mail : dnnovita92@gmail.com






Jumat, 25 April 2014

SEKOLAH MENJADI MENAKUTKAN

"Ke Mana Aku Harus Berlindung?"

Mungkin pertanyaan itu lah yang sedang dialami oleh para siswa, calon penerus bangsa...
Dan sampai saat ini mereka belum menemukan apa jawabannya..


Tentunya kita tahu apa yang telah menimpa puluhan bahkan ratusan siswa yang menjadi korban tindakan yang tidak bermoral yang dilakukan beberapa oknum di sekolah. Ada beberapa dari peelaku yang merupakan petugas kebersihan, penjaga sekolah, atau bahkan dilakukan oleh seorang guru. Guru yang seharusnya mendidik tunas-tunas bangsa agar menjadi penerus bangsa yang berkualitas, tapi kini justru ikut merusak tunas bangsa itu. Ketika para siswa membutuhkan orang tua yang membimbing mereka dan melindungi mereka di sekolah, sebagian orang malah menjadikan itu sebagai ajang pemuas nafsu setan mereka. Na'udzubillahimindzalik..


Pelecehan seksual terhadap anak menjadi isu publik pada 1970-an dan 1980-an. Sebelum titik waktu ini pelecehan seksual tetap agak dirahasiakan dan menurut masyarakat ini merupakan hal yang amat buruk. Studi tentang penganiayaan anak yang tidak ada sampai tahun 1920-an dan estimasi nasional pertama jumlah kasus pelecehan seksual anak diterbitkan pada tahun 1948. Pada 1968, 44 dari 50 negara bagian Amerika Serikat telah memberlakukan hukum yang mewajibkan dokter untuk melaporkan kasus penganiayaan anak mencurigakan. Tindakan hukum mulai menjadi lebih umum pada tahun 1970-an dengan diberlakukannya Undang-Undang Pencegahan dan Perawatan terhadap Kekerasan Anak pada tahun 1974 dalam hubungannya dengan pendirian Pusat Nasional untuk Pelecehan dan Pengabaian Anak. Sejak pembuatan Undang-Undang Pencegahan dan Perawatan terhadapa Kekerasan Anak kasus pelecehan terhadap anak yang dilaporkan telah meningkat secara dramatis. Akhirnya, Koalisi Nasional untuk Tindak Kekerasan didirikan pada tahun 1979 untuk menciptakan tekanan yang lebih besar di Kongres untuk membuat undang-undang pelecehan seksual yang lebih banyak.  (http://id.wikipedia.org/)

Tapi, apakah hal itu mampu menghentikan tindakan-tindakan negatif itu? Tidak, sampai saat ini kekerasan terhadap anak semakin hari semakin meningkat.

Kalau sekolah saja tidak mampu untuk menjadi tempat yang bisa dipercaya oleh para orang tua untuk mendidik dan menjaga anak-anak mereka, lalu kepada siapa lagi kepercayaan orang tua diberikan??? Bahkan sekolah yang berkelas Internasional pun sekarang menjadi tidak aman lagi karena kelalaian pihak sekolah..

Lalu bagaimana dengan dampak negatif yang begitu besar yang akan dialami oleh anak yang menjadi korban kekerasan/pelecehan seksual tersebut? 

Pelecehan seksual anak dapat mengakibatkan kerugian baik jangka pendek dan jangka panjang, termasuk psikopatologi di kemudian hari. Dampak psikologis, emosional, fisik dan sosialnya meliputi depresi, gangguan stres pasca trauma, kegelisahan, gangguan makan, rasa rendah diri yang buruk, gangguan identitas pribadi, dan kegelisahan, gangguan psikologi yang umum seperti somatisasi, sakit saraf, sakit kronis, perubahan perilaku seksual, masalah sekolah/belajar; dan masalah perilaku termasuk penyalahgunaan obat terlarang, perilaku menyakiti diri sendiri, kekejaman terhadap hewan, kriminalitas ketika dewasa dan bunuh diri. Pola karakter yang spesifik dari gejala-gejalanya belum teridentifikasi. dan ada beberapa hipotesis pada asosiasi kausalitas ini.

Semakin lama negara kita akan semakin terpuruk dan akan hancur jika para calon penerus bangsanya saja sudah dirusak sejak dini...
Maka seperti ini lah nasib anak-anak bangsa yang berusaha untuk terus hidup di antara kekeringan moral..


Sangat mengerikan...


::::::Of course, we know what happened to tens or even hundreds of students who are victims of unscrupulous acts by some elements in the school. There are a few of the actors who is a janitor, groundskeeper, or even done by a teacher. Teachers are supposed to educate the shoots of the nation's next nation to become qualified, but now it shoots come ruin the nation. When students need parents to guide them and protect them at school, some people even make it as a venue for their vicious gratification. Na’udzubillahimindzalik...


Child sexual abuse became a public issue in the 1970s and 1980s. Prior to this point in time sexual abuse remained rather secret and according to this society is very bad. The study of child abuse does not exist until the 1920s and the first national estimate of the number of cases of child sexual abuse published in 1948. In 1968, 44 of the 50 U.S. states have enacted laws that require physicians to report cases of suspicious child abuse. Legal action began to become more common in the 1970s with the enactment of the Law on the Prevention and Treatment of Children Violence in 1974 in conjunction with the establishment of the National Center for Child Abuse and Neglect. Since the enactment of the Prevention and Treatment Act to Violence Child abuse cases against children were reported to have increased dramatically. Finally, the National Coalition for Violence was founded in 1979 to create greater pressure on Congress to make the laws more sexual harassment.
However, if it is able to stop the negative actions? Not until this moment of violence against children is increasingly rising.


If schools just cannot afford to be a place that can be trusted by the parents to educate and keep their children, and the parents who will be given credence?? ?

In addition, what about the negative impact is so great that would be experienced by children who are victims of violence / sexual harassment?

Child sexual abuse can result in loss of both short and long term, including psychopathology in later life. The impact of psychological , emotional , physical and social include depression , posttraumatic stress disorder , anxiety , eating disorders , low self-esteem that bad , personal identity and anxiety disorders ; common psychological disorders such as summarization , neurosis , chronic pain , changes in sexual behavior , school problems / learning ; and behavioral problems , including substance abuse , self-harming behavior , animal cruelty , crime in adulthood and suicide . A specific character pattern of symptoms has not been identified. In addition, there are several hypotheses on the causality of this association.

The longer our country will be worse off and would be destroyed if the potential successor to the nation alone were destroyed.

it's a very terrible thing! ::::::::

Sabtu, 12 April 2014

Bisnis Kerenku InsyaAllah HALAL dalam ISLAM-ku ^_^

Hai Semua.....

Happy Weekend yaaa ^_^
Hari libur tetap menikmati, tapi bisnis juga masih bisa tetap jalan dari rumah, sambil leyeh-leyeh depan TV, makan cemilan, minum teh.. Buka internet, jalani bisnis dehh sekian menit..
Kalo udah, tutup, maen deh sama adek2 kecil manis tercintakuuu...
Bisnis tetap jalan, waktu dengan keluarga besar tetap bekualitas.. ^_^

Tapi sebenarnya apa sih hukum bisnis MLM atau Multi Level Marketing menurut agama, khususnya kita yah para Muslim..
Tenangg say, di sini aku jelasin. Dan ini udah melalui beberapa sumber lohhh.. Bukan cuma "hoax"..



Multi Level Marketing Menurut Hukum Islam


Belakangan ini semakin banyak muncul perusahaan-perusahaan yang menjual produknya melalui sistem Multi Level Marketing (MLM). Karena itu, perlu dibahas hukumnya menurut syari’ah Islam. Kajian ini dianggap semakin penting setelah lahirnya perusahaan MLM yang menamakan perusahaannya dengan label syariah. Oleh karena banyaknya perusahaan MLM yang berkembang, maka Dewan Syariah Nasional MUI telah mengeluarkan fatwa terkait MLM tersebut, Nama fatwa DSN tersebut adalah Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) atau at-Taswiq asy-Syabakiy,
Sistem Pemasaran MLM
Pakar marketing ternama  Don Failla, membagi  marketing menjadi tiga macam. Pertama, retail (eceran), Kedua, direct selling (penjualan langsung ke konsumen), Ketiga multi level marketing (pemasaran berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran). Bahkan Robert Kiyosaki, menempatkan orang yang bergerak di bidang MLM ini berada pada quadran III, termasuk sebagai profesional yang strategis.
Kemunculan trend strategi pemasaran produk melalui sistem MLM di dunia bisnis modern sangat menguntungkan banyak pihak, seperti pengusaha (baik produsen maupun perusahaan MLM).Hal ini disebabkan karena adanya penghematan biaya dalam iklan,  Bisnis ini juga menguntungkan para distributor yang berperan sebagai simsar (Mitra Niaga) yang ingin bebas (tidak terikat) dalam bekerja.
Sistem marketing MLM yang lahir pada tahun 1939  merupakan kreasi dan inovasi marketing yang melibatkan masyarakat konsumen dalam kegiatan usaha pemasaran dengan tujuan agar masyarakat konsumen dapat menikmati tidak saja manfaat produk, tetapi juga manfaat finansial dalam bentuk insentif, hadiah-hadiah, haji dan umrah, perlindungan asuransi, tabungan hari tua dan bahkan kepemilikan saham perusahaan.(Ahmad Basyuni Lubis, Al-Iqtishad, November 2000).

Perspektif Islam

Bisnis dalam syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang hukum asalnya adalah boleh berdasarkan kaedah Fiqh,”Al-Ashlu fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala tahrimiha (Pada dasarnya  segala hukum dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil/prinsip yang melarangnya)
Islam memahami bahwa perkembangan sistem dan budaya bisnis berjalan begitu cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat bahwa  Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam melakukan perdagangan.
Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip  tentang pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur  dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Oleh karena itu, sistem pemberian bonus  harus adil, tidak menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur. 1, Maysir (judi), 2, Gharar (penipuan), 3 Haram,4, Riba (bunga) dan 5  Bathil.
Kalau kita ingin mengembangkan bisnis MLM, maka ia harus  terbebas dari unsur-unsur di atas. Oleh karena itu, barang atau jasa yang dibisniskan serta tata cara penjualannya harus halal, tidak syubhat dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syari’ah.di atas..
MLM yang menggunakan strategi pemasaran secara bertingkat (levelisasi) mengandung unsur-unsur positif, asalkan diisi dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya disesuaikan dengan syari’ah Islam. Bila demikian, MLM dipandang memiliki unsur-unsur silaturrahmi, dakwah dan tarbiyah. MenurutMuhammad Hidayat, Dewan syari’ah MUI Pusat, metode semacam ini pernah digunakan Rasulullah dalam melakukan dakwah Islamiyah pada awal-awal Islam. Dakwah Islam pada  saat itu dilakukan melalui teori gethok tular (mulut ke mulut) dari sahabat satu ke sahabat lainnya. Sehingga pada suatu ketika Islam dapat di terima oleh masyarakat kebanyakan.(Lihat, Azhari Akmal Tarigan, Ekonomi dan Bank Syari’ah, FKEBI IAIN, 2002, hlm. 30)
Bisnis yang dijalankan dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang, tetapi juga jasa, yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus, hadiah dan sebagainya, tergantung prestasi, dan level seorang anggota. Jasa marketing yang bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Dalam istilah fikih Islam hal ini disebut Samsarah / Simsar. (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, jilid II, hlm 159)
Kegiatan samsarah dalam bentuk distributor, agen, member atau mitra niaga dalam fikih Islam termasuk dalam akad ijarah. yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang lain dengan imbalan, insentif atau bonus  (ujrah) Semua ulama membolehkan akad seperti ini (Fikih Sunnah, III, hlm 159).
Sama halnya seperti cara berdagang yang lain, strategi MLM harus memenuhi rukun jual beli serta akhlak (etika) yang baik. Di samping itu komoditas yang dijual harus halal (bukan haram maupun syubhat), memenuhi kualitas dan bermafaat. MLM tidak boleh memperjualbelikan produk yang tidak jelas status halalnya. Atau menggunakan modus penawaran (iklan) produksi promosi tanpa mengindahkan norma-norma agama dan kesusilaan.
Multi Level Marketing (MLM) konvensional tentulah belum bisa disebut syariah, kecuali lolos sekian syarat kesyariahan. Berikut ini syarat-syarat agar sebuah perusahaan MLM menjadi syariah.

10    Syarat agar  syari’ah

  1. Produk yang dipasarkan harus berkualitas, halal, thayyib dan menjauhi syubhat (Syubhat adalah sesuatu yang masih meragukan).
  2. Sistem akadnya harus memenuhi kaedah dan rukun jual beli sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah)
  3. Operasional, kebijakan, corporate culture, maupun sistem akuntansinya harus sesuai syari’ah
  4. Strukturnya memiliki Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) yang terdiri dari para ulama  yang memahami masalah ekonomi.
  5. Formula intensif harus adil, tidak menzalimi dan berorientasi kemaslahatan/falah.
  6. Tidak ada excessive mark up harga barang (harga barang di mark up sampai dua kali lipat), sehingga konsumen dan anggota terkana praktek terlarang dalam bentuk ghabn fahisy dengan harga yang amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.
  7. Bonus yang diberikan harus jelas angka nisbahnya sejak awal.
  8. Tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus antara  orang yang awal menjadi anggota dengan yang akhir.
  9. Pembagian bonus harus mencerminkan usaha masing-masing anggota.
10.  Tidak menitik beratkan  barang-barang tertier ketika ummat masih bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer.
11.  MLM tidak boleh menggunakan sistem piramida yang merugikan orang yang paling belakangan masuk sebagai member. .Dalam MLM yang produknya jasa (umrah- dan haji), sistem ini persis berbentuk money game. Pada hakikatnya, orang yang paling bawah memberi ongkos kepada up linenya untuk berangkat haji duluan, sementara down line yang paling bawah harus berjuang mencari down linenya, dan begitulah seterusnya. Dalam sistem ini, pasti ada orang yang belakangan masuk, dan jumlahnya cukup besar. Merekalah yang membiayai up linenya pergi haji dan umrah. Jadi harus dibedakan MLM yang menjual produk barang, dengan MLM yang menjual jasa. MLM yang menjual produk barang saja, bisa terjebak menjadi money game, jika biaya masuk demikian tinggi, sedangkan barang yang diperjualbelikan hanya kedok belaka. ApalagiMLMyang produknya jasa. Masih ingat MLM yang menjual produk penghemat listrik yang dijual Rp 150.000,-, Padahal harga sebenarnya hanya Rp 15.000,-.
12.  Cara penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh mencerminkan hura-hura dan  pesta yang tidak syari’ah.
Kalau ada para profesor yang sempat mendukung MLM yang berkedok money game, pastilah mereka bukan pakar ekonomi keuangan, dan mungkin bukan professor di bidang hukum ekonomi Islam, melainkan mereka adalah Professor di bidang pendidikan atau filsafat, sehingga tidak memahami masalah ekonomi keuangan dengan baik.
Insentif dan penghargaan
Perusahaan MLM biasa memberi reward atau insentif pada mereka yang berprestasi. Islam  membenarkan seseorang mendapatkan insentif lebih besar dari yang lainnya disebabkan keberhasilannya dalam memenuhi target penjualan tertentu, dan melakukan berbagai upaya positif dalam memperluas jaringan dan levelnya secara produktif. Kaidah Ushul Fiqh mengatakan:” Besarnya ijrah (upah) itu tergantung pada kadar kesulitan dan pada kadar kesungguhan.”
Penghargaan kepada Up Line yang mengembangkan jaringan (level) di bawahnya (Down Line) dengan cara bersungguh-sungguh, memberikan pembinaan (tarbiyah, pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah) memang patut di lakukan. Dan atas jerih payahnya itu ia berhak mendapat bonus dari perusahaan, karena ini selaras dengan sabda Rasulullah:” “Barangsiapa di dalam Islam berbuat suatu kebajikan maka kepadanya diberi pahala, serta pahala dari orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun”(hadist).
Intensif diberikan dengan merujuk skim ijarah. Intensif ditentukan oleh dua kriteria, yaitu dari segi prestasi penjualan produk dan dari sisi berapa berapa banyak down line yang dibina sehingga ikut menyukseskan kinerja.  ‎
Dalam hal menetapkan nilai insentif ini, ada tiga  syarat syari’ah yang harus dipenuhi, yakni:adil, terbuka, dan berorientasi falah (keuntungan dunia dan akhirat). Insentif (bonus) seseorang (Up line ) tidak boleh mengurangi hak orang lain di bawahnya (down line), sehingga tidak ada yang dizalimi. Sistem intensif juga harus transparan diinformasikan kepada seluruh anggota, bahkan dalam menentukan sistemnya dan pembagian insentif (bonus), para anggota perlu diikutsertakan, sebagaimana yang terjadi di MLM Syari’ah Ahad-Net Internasional. Dalam hal ini tetap dilakukan musyawarah, sehingga penetapan sistem bonus tidak sepihak. Selanjutnya, keuntungan dalam bisnis MLM, berorientasi pada keuntungan duniawi dan ukhrawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa keuntungan dalam Islam adalah keuntungan dunia dan akhirat. Keuntungan akhirat maksudnya, bahwa dengan menjalankan bisnis itu, seseorang telah dianggap menjalankan ibadah, (asalkan bisnisnya sesuai dengan syari’ah). Dengan bisnis, seseorang  juga telah membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penting disadari, pemberian penghargaan dan cara menyampaikannya hendaknya tetap dalam koridor tasyakur, untuk menghindarkan penerimanya dari takabur (bangga/sombong) dan  kufur nikmat, apalagi melupakan Tuhan.  MLM yang Islami  senantiasa berpedoman pada akhlak Islam..
Sebagaimana disebut di atas bahwa penghargaan yang diberikan kepada anggota  yang sukses  mengembangkan jaringan, dan secara sungguh-sunguh memberikan pembinaan (tarbiyah), pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah), harus selaras dengan ajaran agama Islam. Karena itu,   applause ataupun gathering party yang diberikan atas prestasi seseorang, haruslah sesuai dengan nilai-nilai aqidah dan akhlak. Banyak MLM yang cara dan budaya pemberian penghargaannya, bertentangan dengan syariah, hura-hura, berpelukan antara pria wanita, aurat yang dipertontonkan, dsb.
Ekspressi penghargaan atas kesuksesan anggota MLM, tidak boleh melampaui batas (bertantangan dengan ajaran Islam). Applause yang diberikan juga tidak boleh mengesankan kultus individu, mendewakan seseorang. Karena hal itu dapat menimbulkan penerimanya menjai takabbur, dan ‘ujub. Perayaan  kesuksesan seharusnya  dilakukan dalam bingkai tasyakkur. (Lihat, Drs.H.Muhammad Hidayat, MBA, Analisis Teoritis Normatif MLM dalam Perspektif Muamalah, 2002)
Karena itu pula,  Islam sangat mengecam seseorang yang dalam menjalankan aktivitas bisnis dan perdagangannya semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Firman Allah, “ Mereka tidak lalai  dari mengingat Allah dalam melakukan  bisnis dan jual beli. Mereka mendirikan shalat dan membayar zakat”… (QS.24:37)
Dari ayat tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa  seluruh aktivitas bisnis  tidak boleh melupakan  Tuhan dan jauh dari nilai-nilai keilahian, baik dalam kegiatan produksi, distribusi, strategi pemasaran, maupun pada saat menikmati kesuksesan (menerima penghargaan dan applause).
Jadi, dalam menjalankan bisnis MLM perlu diwaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul, sehingga membahayakan kepribadian, seperti yang dilansir Dewan Syari’ah Partai Keadilan, yaitu adanya eksploitasi obsesi yang berlebihan untuk mencapai terget jaringan dan penjualan. Karena terpacu oleh sistem ini, suasana yang tak kondusif kadang mengarah pada pola hidup hura-hura ala jahiliyah, seperti ketika mengadakan acara pertemuan para members .

Kewajaran harga produk

Setiap perdagangan pasti berorientasi pada  keuntungan. Namun Islam sangat menekankan kewajaran dalam memperoleh keuntungan tersebut. Ibnu Taymiyah secara khusus membahas harga yang wajar dan harga yang adil.  Harga produk yang  wajar artinya  tidak dimark up sedemikian rupa dalam harga yang amat mahal, sebagaimana yang banyak terjadi di perusahaan bisnis MLM saat ini. MLM membuat harga yang tidak wajar itu, karena ingin diberikan kepada members, akibatnya margin keuntungan  terlalu tinggi, dimana jauh di atas harga pasar. Praktek ini  termasuk dalam kategori ghabn fahisy.(penipuan yang keji) Qanun Khilafah Islamiyah Turkiy Usmani, bernama Al-Majallah al-Ahkam al-’adliyah, mengatur tentang ghabn fahisy dalam harga-harga produk dan menghukum pelaku/pedagang yg melakukannya.
Sekalipun Al-quran dan hadits tidak menentukan secara fixed besaran nominal keuntungan yang wajar dalam perdagangan, namun dengan tegas Al-quran berpesan, agar pengambilan keuntungan dilakukan secara fair, saling ridha dan menguntungkan. Firman Allah :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang   saling ridha di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah maha Penyayang kepadamu. )QS.4:29).
Dalam konteks ini, tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.
Fatwa DSN MUI tentang MLM
DSN MUI sudah mengeluarkan fatwa tentang MLM dengan nama Penjualan Langsung Berjenjang Syariah No 75 Tahun 2009.. DSN MUI menetapkan sebagai berikut :
1, Penjualan  Langsung Berjenjang  adalah  cara penjualan barang atau jasa melalui jaringan pemasaran yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut
2.     Barang adalah setiap benda berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat dimiliki, diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen.
3.     Produk jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau pelayanan untuk dimanfaatkan oleh konsumen.
4.     Perusahaan adalah badan usaha yang berbentuk badan hukum yang melakukan kegiatan usaha perdagangan barang dan atau produk jasa dengan sistem penjualan langsung yang terdaftar menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5.     Konsumen adalah pihak pemakai barang dan atau jasa, dan tidak untuk diperdagangkan.
6.     Komisi adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha atas penjualan yang besaran maupun bentuknya diperhitungkan berdasarkan prestasi kerja nyata, yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang dan atau produk jasa.
7.     Bonus adalah tambahan imbalan yang diberikan oleh perusahaan kepada mitra usaha atas penjualan, karena berhasil melampaui target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan perusahaan.
8. Ighra’ adalah daya tari luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya demi melakukan hal-hal atau transaksi dalam rangka mempereroleh bonus atau komisi yang dijanjikan.
9.        Money Game adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perek-rutan/pendaftaran Mitra Usaha yang baru/bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya sebagai kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
10.      Excessive mark-up adalah batas marjin laba yang ber-lebihan yang dikaitkan dengan hal-hal lain di luar biaya.
11. Member get member adalah strategi perekrutan keang-gotaan baru PLB yang dilakukan oleh anggota yang telah terdaftar sebelumnya.
12. Mitra usaha/stockist adalah pengecer/retailer yang men-jual/memasarkan produk-produk penjualan langsung.
Ketentuan Hukum Islam :
Praktik PLBS wajib memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1.    Adanya obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa;
2.    Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram;
3.    Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat;
4.    Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh;
5.    Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS;
6.    Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan oleh perusahaan;
7.    Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa;
8.    Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra’.
9.    Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya;
10.  Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus, maksiat dan lain-lain;
11.  Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut;
12.Tidak melakukan kegiatan money game.
Demikianlah isi fatwa DSN-MUI mengenai MLM Syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional pada tahun 2009.
Missi MLM Syari’ah
Selanjutnya saya merumuskan bahwa usaha bisnis MLM, (khususnya yang dikelola oleh
kaum muslimin), seharusnya memiliki misi mulia dibalik kegiatan bisnisnya. Di antara misi mulia itu adalah :
  1. Mengangkat derajat ekonomi ummat melalui usaha yang sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.
  2. Meningkatkan jalinan ukhuwah ummat Islam di seluruh dunia
  3. Membentuk jaringan ekonomi ummat yang berskala internasional, baik jaringan produksi, distribusi maupun konsumennya sehingga dapat mendorong kemandirian dan kejayaan ekonomi ummat.
  4. Memperkokoh ketahanan akidah dari serbuan idiologi, budaya dan produk yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
  5. Mengantisipasi dan mempersiapkan strategi dan daya saing menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi.
  6. Meningkatkan ketenangan konsumen dengan tersedianya produk-produk halal dan   thayyib.

Alhamdulillah... MUI aja udah bilang kalo MLM yang jelass itu InsyaAllah berkah dan halal ^_^
Jadi aku bisa lanjutin kesuksesan ku ini dongg..

Mau ikut sukses seperti aku dan uplen2 ku??
Yukkk, Gabung kita di d'BCN...
Yang minat hubungi yahhh
WA : 085664856303
BBM : 2775C2E7
atau inbox di Facebookku : https://www.facebook.com/dian.meisya
Ketika Label Halal Sulit Ditemukan


Pada saat kita berada di negara yang jumlah muslimnya minoritas, maka akan sulit untuk menemukan label halal pada makanan. Langkah awal yang umumnya dilakukan adalah menghindari makanan yang mengandung daging dan khamr (wine, bir, champagne, dsb.)

Tapi pada kenyataannya banyak makanan yang mungkin kita anggap aman, namun beresiko mengandung komposisi yang berasal dari babi atau pun hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah. Karena itu, membaca daftar komposisi makanan yang akan dimakan menjadi sangat penting. 
Mulai dari produk roti, biasanya titik kritisnya adalah emulgator yang digunakan, snack-snack asin titik krtisinya pada penyedapnya, minuman titik kritisnya pada pewarna yang digunakan, kaldu yang tidak dibuat dari hewan yang disembelih dengan cara Islam, bahkan kerupuk pun ada yang mengandung emulgator yang berasal dari lemak hewani. Beberapa jenis coklat ada yang menggunakan campuran rum, es krim umumnya mengandung koposisi gelatin.

Di Eropa beberapa komposisi makanan dituliksan dengan kode E dan angka. Kode yang paling sering ditemui adalah E471 atau monoglyceride fatty acid(Inggris) / mono e digliceridi degli acidi grassi (Italia), Monodiglicerida van vetzuren(Belanda). E471 adalah asam lemak yang umumnya berasal dari hewan yang sangat mungkin berasal dari babi. Namun, biasanya jika berasal dari tumbuhan produsen akan menuliskannya, contohnya E471(soya) atau E471 (Origine vegetale). Komposisi ini banyak sekali ditemukan dalam roti dan cake.

Berikut ini adalah daftar kode E yang perlu diwaspadai pada saat membeli makanan di daerah yang sulit ditemukan label halal. Daftar ini tidak serta merta dapat dikatakan sebagai list komposisi haram dalam makanan, namun ada kemungkinan mengandung bahan yang berasal dari hewan terutama babi. Jika ingin lebih berhati-hati kita dapat menghindari makanan yang mengandung komposisi seperti tertulis di bawah ini. 

E140, E141, E153, E161, E252, E270, E280, E325-327, E337, E422, E430-434, E470-478 (kecuali 471 yang sojalecitin), E481-483, E485, E491-495, E542, E570, E572, E631, E635, E904, E913, E920. 

Apabila ingin mendapatkan keterangan lebih jelas alasan perlu mewaspadai kode-kode tersebut, silakan dilihat pada situs http://special.worldofislam.info/Food/numbers.html

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melihat label vegetarian atau vegan pada kemasan. Label yang berlogo V ini, umumnya relatif aman untuk dikonsumsi bagi muslim, tentu saja tetap harus melihat komposisi dari makanan tersebut.

Hal terakhir yang bisa dilakukan setelah berusaha menghindari komposisi haram dalam makanan adalah membaca bismillah sebelum makan. Selain hal ini disunnahkan oleh Rasulullah SAW, kita juga berlindung pada Allah agar kita terhindar dari keharaman makanan yang tidak kita ketahui.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari yang bersumber dari Aisyah -rodliallaahu'anha-:
"Bahwasanya ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi -shollallaahu'alaihi
wasallam-, Sesungguhnyaada satu kelompok manusia yang datang kepada kami dengan
membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah ataukah tidak?
Maka beliau menjawab: "Sebutlah nama Allah oleh kamu atasnya dan makanlah."
Aisyah menjawab, "Mereka pada saat itu masih baru meninggalkan kekufuran."
(Riwayat Imam al-Bukhari, Hadits no. 2057)

Banyaknya komposisi makanan yang perlu diwaspadai itu tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan bagi ummat Islam. Karena di luar komposisi tersebut masih banyak makanan yang dihalalkan. Karena pada dasarnya makanan itu adalah halal kecuali ada kandungan bahan yang mengharamkannya. Wallahua’lam bishawab..

Jumat, 11 April 2014

Tips Sehat dengan Air Putih ala Rosulullah

Gak bosen-bosennya nulis berbagai informasi di sini, semoga bermanfaat ya..
Sebenarnya ini secara tiba-tiba aja teringat saat aku minum beberapa menit yang lalu, kira-kira teman-teman yang baca ini minumnya gimana yah? sambil bernafaskah? atau tahan nafas? langsung satu gelas habis dalam satu tegukkan kah?? hehehee
dan tahu gak sihh dampaknya gimana ke tubuh kita......???
Hayooooo.... siapa yang bisa jawab...
he he he.. yokk kita diskusikan hal itu... ^_^

Gini nihhh, aku ceritain yahhh....
Aku juga sih tau karena aku sering baca-baca artikel, jurnal, hasil penelitian, dan tentunya terjemahan Al-Quran (di sana jauuuuuuhhh lebih banyak ilmu-ilmu yang harus kita gali lohh teman-teman :) )

Dari tsumamah bin abdullah. “Dahulu Anas bin Malik radhiyallahu anhu pernah bernafas di dalam bejana (gelas) dua kali atau tiga kali, dan dia mengira nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan itu,” (Bukhari).
Dari abu qatadah dan bapaknya, rasulullah bersabda “Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya,” (riwayat Bukhari no. 5630).
PARA pakar kontemporer juga telah berusaha meneliti hikmah atas larangan tersebut. Mereka mengatakan, “ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh nabi kita muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlak. Dan apabila makan atau minum kemudian terpecik ludah keluar dari mulut kita, maka hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap meremehkan atau penghinaan. Dan rasulullah adalah penghulunya seluruh orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.”
Bernafas adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara. Dalam proses ini udara yang bersih lagi penuh dengan oksigen dimasukkan ke dalam paru-paru sehingga tubuh bisa beraktivitas sebagaimana mestinya, dan menghembuskan nafas sehingga udara yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dapat keluar melalui kedua paru-paru dalam bentuk gas. Gas-gas yang dihembuskan mengandung sejumlah penyakit.
Oleh karena itu, salah satu hikmah yang agung dari larangan rasulullah bernafas ketika minum adalah untuk menghindari tersebarnya berbagai penyakit. Selain itu, sebagaimana sudah kita ketahui, seseorang yang minum satu gelas dalam satu kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup / menahan nafas hingga selesai minum. Hal ini akan menyebabkan jalur yang dilalui air dan makanan serta jalan yang dilalui udara akan saling bertabrakan. Hal ini akan berpengaruh buruk pada kedua dinding paru-paru.
Apabila seseorang membiasakan diri minum dengan menghabiskan air dalam satu kali tenggakan, paru-paru akan menyempit dan nafasnya akan berat. Dampaknya kedua paru-parunya akan menekan jantung sehingga mengalami gagal jantung, kemudian membalik ke hati maka hati akan membengkak, kemudian sekujur tubur akan menggembur.
Oleh karena itu, sungguh sangat mulia ajaran dari Rasulullah agar kita meminum air seteguk demi seteguk (antara dua tegukkan dijeda dengan nafas), dan meminum air satu gelas dengan tiga kali tegukkan. Sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga dan lebih menyehatkan tubuh. [islampos/Hadist Nabi Muhammad]