Gak bosen-bosennya nulis
berbagai informasi di sini, semoga bermanfaat ya..
Sebenarnya ini secara tiba-tiba aja teringat saat aku minum beberapa menit yang lalu, kira-kira teman-teman yang baca ini minumnya gimana yah? sambil bernafaskah? atau tahan nafas? langsung satu gelas habis dalam satu tegukkan kah?? hehehee
Sebenarnya ini secara tiba-tiba aja teringat saat aku minum beberapa menit yang lalu, kira-kira teman-teman yang baca ini minumnya gimana yah? sambil bernafaskah? atau tahan nafas? langsung satu gelas habis dalam satu tegukkan kah?? hehehee
dan tahu gak sihh dampaknya
gimana ke tubuh kita......???
Hayooooo.... siapa yang bisa jawab...
Hayooooo.... siapa yang bisa jawab...
he he he.. yokk kita diskusikan hal itu... ^_^
Gini nihhh, aku ceritain
yahhh....
Aku juga sih tau karena aku
sering baca-baca artikel, jurnal, hasil penelitian, dan tentunya terjemahan
Al-Quran (di sana jauuuuuuhhh lebih banyak ilmu-ilmu yang harus kita gali lohh
teman-teman :) )
Dari tsumamah bin abdullah. “Dahulu Anas bin
Malik radhiyallahu anhu pernah bernafas di dalam bejana (gelas) dua kali atau
tiga kali, dan dia mengira nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan
itu,” (Bukhari).
Dari abu qatadah dan bapaknya, rasulullah
bersabda “Apabila salah seorang diantara kalian minum, maka janganlah ia
bernafas di bejana (gelas), dan jika salah seorang dari kalian kencing maka
janganlah ia memegang dzakar (kemaluannya) dengan tangan kanannya, jika
membersihkan maka jangan membersihkan dengan tangan kanannya,” (riwayat Bukhari
no. 5630).
PARA
pakar kontemporer juga telah berusaha meneliti hikmah atas larangan tersebut.
Mereka mengatakan, “ini adalah petunjuk yang indah yang diajarkan oleh nabi
kita muhammad shallallahu alaihi wa sallam dalam menyempurnakan akhlak. Dan
apabila makan atau minum kemudian terpecik ludah keluar dari mulut kita, maka
hal itu merupakan kekurangnya sopan santun kita, dan sebab munculnya sikap
meremehkan atau penghinaan. Dan rasulullah adalah penghulunya seluruh
orang-orang yang santun dan pemimpinnya seluruh para pendidik.”
Bernafas
adalah aktivitas menghirup dan mengeluarkan udara. Dalam proses ini udara yang
bersih lagi penuh dengan oksigen dimasukkan ke dalam paru-paru sehingga tubuh
bisa beraktivitas sebagaimana mestinya, dan menghembuskan nafas sehingga udara
yang penuh dengan gas karbon dan sedikit oksigen, serta sebagian sisa-sisa
tubuh yang beterbangan di dalam tubuh dapat keluar melalui kedua paru-paru
dalam bentuk gas. Gas-gas yang dihembuskan mengandung sejumlah penyakit.
Oleh
karena itu, salah satu hikmah yang agung dari larangan rasulullah bernafas
ketika minum adalah untuk menghindari tersebarnya berbagai penyakit. Selain
itu, sebagaimana sudah kita ketahui, seseorang yang minum satu gelas dalam satu
kali minuman akan memaksa dirinya untuk menutup / menahan nafas hingga selesai
minum. Hal ini akan menyebabkan jalur yang dilalui air dan makanan serta jalan
yang dilalui udara akan saling bertabrakan. Hal ini akan berpengaruh buruk pada
kedua dinding paru-paru.
Apabila
seseorang membiasakan diri minum dengan menghabiskan air dalam satu kali
tenggakan, paru-paru akan menyempit dan nafasnya akan berat. Dampaknya kedua
paru-parunya akan menekan jantung sehingga mengalami gagal jantung, kemudian
membalik ke hati maka hati akan membengkak, kemudian sekujur tubur akan
menggembur.
Oleh
karena itu, sungguh sangat mulia ajaran dari Rasulullah agar kita meminum air
seteguk demi seteguk (antara dua tegukkan dijeda dengan nafas), dan meminum air
satu gelas dengan tiga kali tegukkan. Sebab hal ini lebih memuaskan rasa dahaga
dan lebih menyehatkan tubuh. [islampos/Hadist Nabi Muhammad]
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar