Translate

Sabtu, 12 April 2014

Ketika Label Halal Sulit Ditemukan


Pada saat kita berada di negara yang jumlah muslimnya minoritas, maka akan sulit untuk menemukan label halal pada makanan. Langkah awal yang umumnya dilakukan adalah menghindari makanan yang mengandung daging dan khamr (wine, bir, champagne, dsb.)

Tapi pada kenyataannya banyak makanan yang mungkin kita anggap aman, namun beresiko mengandung komposisi yang berasal dari babi atau pun hewan yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah. Karena itu, membaca daftar komposisi makanan yang akan dimakan menjadi sangat penting. 
Mulai dari produk roti, biasanya titik kritisnya adalah emulgator yang digunakan, snack-snack asin titik krtisinya pada penyedapnya, minuman titik kritisnya pada pewarna yang digunakan, kaldu yang tidak dibuat dari hewan yang disembelih dengan cara Islam, bahkan kerupuk pun ada yang mengandung emulgator yang berasal dari lemak hewani. Beberapa jenis coklat ada yang menggunakan campuran rum, es krim umumnya mengandung koposisi gelatin.

Di Eropa beberapa komposisi makanan dituliksan dengan kode E dan angka. Kode yang paling sering ditemui adalah E471 atau monoglyceride fatty acid(Inggris) / mono e digliceridi degli acidi grassi (Italia), Monodiglicerida van vetzuren(Belanda). E471 adalah asam lemak yang umumnya berasal dari hewan yang sangat mungkin berasal dari babi. Namun, biasanya jika berasal dari tumbuhan produsen akan menuliskannya, contohnya E471(soya) atau E471 (Origine vegetale). Komposisi ini banyak sekali ditemukan dalam roti dan cake.

Berikut ini adalah daftar kode E yang perlu diwaspadai pada saat membeli makanan di daerah yang sulit ditemukan label halal. Daftar ini tidak serta merta dapat dikatakan sebagai list komposisi haram dalam makanan, namun ada kemungkinan mengandung bahan yang berasal dari hewan terutama babi. Jika ingin lebih berhati-hati kita dapat menghindari makanan yang mengandung komposisi seperti tertulis di bawah ini. 

E140, E141, E153, E161, E252, E270, E280, E325-327, E337, E422, E430-434, E470-478 (kecuali 471 yang sojalecitin), E481-483, E485, E491-495, E542, E570, E572, E631, E635, E904, E913, E920. 

Apabila ingin mendapatkan keterangan lebih jelas alasan perlu mewaspadai kode-kode tersebut, silakan dilihat pada situs http://special.worldofislam.info/Food/numbers.html

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melihat label vegetarian atau vegan pada kemasan. Label yang berlogo V ini, umumnya relatif aman untuk dikonsumsi bagi muslim, tentu saja tetap harus melihat komposisi dari makanan tersebut.

Hal terakhir yang bisa dilakukan setelah berusaha menghindari komposisi haram dalam makanan adalah membaca bismillah sebelum makan. Selain hal ini disunnahkan oleh Rasulullah SAW, kita juga berlindung pada Allah agar kita terhindar dari keharaman makanan yang tidak kita ketahui.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari yang bersumber dari Aisyah -rodliallaahu'anha-:
"Bahwasanya ada suatu kaum yang berkata kepada Nabi -shollallaahu'alaihi
wasallam-, Sesungguhnyaada satu kelompok manusia yang datang kepada kami dengan
membawa daging, kami tidak tahu apakah disembelih atas nama Allah ataukah tidak?
Maka beliau menjawab: "Sebutlah nama Allah oleh kamu atasnya dan makanlah."
Aisyah menjawab, "Mereka pada saat itu masih baru meninggalkan kekufuran."
(Riwayat Imam al-Bukhari, Hadits no. 2057)

Banyaknya komposisi makanan yang perlu diwaspadai itu tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang memberatkan bagi ummat Islam. Karena di luar komposisi tersebut masih banyak makanan yang dihalalkan. Karena pada dasarnya makanan itu adalah halal kecuali ada kandungan bahan yang mengharamkannya. Wallahua’lam bishawab..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar