Ketika Tuhan menciptakan manusia, jodoh, rezeki, dan maut.. Semuanya telah diatur.
Tetapi ketika ada manusia itu menjadi sosok yang ingkar terhadap perintah Tuhan dan Rosul-Nya..
itu bukanlah takdir dari Allah SWT, tetapi itu manusia itu sendiri yang menciptakannya.
Ketika hawa nafsu yang semakin merajalela, mengikuti bisikan-bisikan setan yang semakin hari semakin tinggi levelnya.. di situlah letak keimanan dan ketaqwaan kita diuji oleh Allah SWT..
Tingkat keimanan kita akan naik seiring naiknya tingkat ketaqwaan kita. Mari kita perkuat keimanan dan ketaqwaan kita sekokoh pohon kurma.
Kenapa harus sekokoh pohon kurma??
Dalam QS Ibrahim : 24-25, Allah SWT bersabda:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah SWT telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah SWT membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (Ibrahim: 24-25)
Dan hal itu pun telah diperjelas dan ditafsir dalam sebuah hadist Nabi SAW:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمًا لأَصْحَابِهِ « أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ ». فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَذْكُرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأُلْقِىَ فِى نَفْسِى أَوْ رُوعِىَ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَهَا فَإِذَا أَسْنَانُ الْقَوْمِ فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ فَلَمَّا سَكَتُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ النَّخْلَةُ ».
Dari Ibnu Umar berkata, "Suatu hari Rosulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaanya seperti mukmin?' Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui,' "Ibnu Umar berkata, "terlintas dalam benakku untuk menjawab 'pohon kurma', tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rosulullah SAW bersabda, 'Pohon itu adalah pohon kurma.' "
(HR Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165)
Aku ingat ketika seseorang bertanya, "Apa orang-orang yang beriman dan bertaqwa itu selalu dibuat susah hidupnya oleh Allah SWT?"
Astaghfirullah..
Astaghfirullah..
Tentu tidak sahabatku, masa ujian kita dengan Allah SWT itu berada di sepanjang kehidupan kita. Selama kita masih bernafas, selama itu pula ujian Allah SWT ada. Karena itulah kita harus menyelesaikan soal demi soal itu dengan baik dan teliti. Lakukan yang terbaik untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT di sepanjang hela nafas kita..
Dan pasti ada yang bertanya, "Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa itu?"
Ada seseorang yang aku kagumi dan aku hormati berkata, "Jangan pernah terjebak dengan kriteria-kriteria manusia yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan, karena hal itu akan menyulitkan kita, bahkan bisa menyesatkan kita kepada golongan-golangan orang yang merugi karena menganggap penilaian manusia itu benar dibandingkan dengan score yang di berikan Allah SWT"
Lalu bagimana solusinya?
Beliau menjawab, "Terus dan teruslah memperbaiki diri! Lakukan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW, dan ikutilah petunjuk-petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadist Nabi... InsyaAllah kita akan selamat!"
Beliau menjawab, "Terus dan teruslah memperbaiki diri! Lakukan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW, dan ikutilah petunjuk-petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadist Nabi... InsyaAllah kita akan selamat!"
Wallahu'alam bissawab...
Marilah sahabatku kita berlomba...
Berlomba dalam rangka memberikan yang terbaik untuk menyelesaikan setiap ujian-ujian Allah SWT..
Serta jangan pernah melupakan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba untuk terus berbuat kebaikan dan terus memperbaiki diri untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT..
Amiin ya Rabb..
Wassalam...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar