Assalamualaikum...
Sahabat-sahabatku yang baik, tahu tidak hari dan waktu yang utama dalam Islam?
Hari yang utama dalam Islam:
- Hari Jumat
- Hari Arafah (9 Zulhijjah)
- 10 hari pertama bulan Zulhijjah (bulan Haji)
- Hari Asyura
- Malam Lailatul Qadr
- Hari-Hari bulan Ramadan
Waktu yang utama:
- Satu pertiga malam
- Pagi hari
- Sore hari
Nah... Untuk penjelasannya kenapa hari dan waktu tersebut utama dalam Islam, nanti aku jelasin satu-satu ya, sahabat..
Sekarang udah larut malam, waktunya diistirahatkan dulu tubuh titipan Allah SWT ini :)
Selamat Malam!
Wassalam...
Hi.. My name is Dian Novita and I'm Indonesian. Here I just wanna share about my life, tips, my bussines, ect. (the important things about life) "Life is short, Let's make it Amazing"
Translate
Minggu, 06 Juli 2014
Sabtu, 05 Juli 2014
Sekokoh Pohon Kurma
Ketika Tuhan menciptakan manusia, jodoh, rezeki, dan maut.. Semuanya telah diatur.
Tetapi ketika ada manusia itu menjadi sosok yang ingkar terhadap perintah Tuhan dan Rosul-Nya..
itu bukanlah takdir dari Allah SWT, tetapi itu manusia itu sendiri yang menciptakannya.
Ketika hawa nafsu yang semakin merajalela, mengikuti bisikan-bisikan setan yang semakin hari semakin tinggi levelnya.. di situlah letak keimanan dan ketaqwaan kita diuji oleh Allah SWT..
Tingkat keimanan kita akan naik seiring naiknya tingkat ketaqwaan kita. Mari kita perkuat keimanan dan ketaqwaan kita sekokoh pohon kurma.
Kenapa harus sekokoh pohon kurma??
Dalam QS Ibrahim : 24-25, Allah SWT bersabda:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah SWT telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah SWT membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat." (Ibrahim: 24-25)
Dan hal itu pun telah diperjelas dan ditafsir dalam sebuah hadist Nabi SAW:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمًا لأَصْحَابِهِ « أَخْبِرُونِى عَنْ شَجَرَةٍ مَثَلُهَا مَثَلُ الْمُؤْمِنِ ». فَجَعَلَ الْقَوْمُ يَذْكُرُونَ شَجَرًا مِنْ شَجَرِ الْبَوَادِى. قَالَ ابْنُ عُمَرَ وَأُلْقِىَ فِى نَفْسِى أَوْ رُوعِىَ أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَجَعَلْتُ أُرِيدُ أَنْ أَقُولَهَا فَإِذَا أَسْنَانُ الْقَوْمِ فَأَهَابُ أَنْ أَتَكَلَّمَ فَلَمَّا سَكَتُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هِىَ النَّخْلَةُ ».
Dari Ibnu Umar berkata, "Suatu hari Rosulullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, 'Kabarkanlah kepadaku tentang sebuah pohon yang perumpamaanya seperti mukmin?' Maka para sahabat pun menyebutkan jenis-jenis pohon di badui,' "Ibnu Umar berkata, "terlintas dalam benakku untuk menjawab 'pohon kurma', tetapi saya segan menjawabnya karena banyak para sahabat yang lebih tua dariku. Tatkala para sahabat diam, Rosulullah SAW bersabda, 'Pohon itu adalah pohon kurma.' "
(HR Bukhari 1/38 dan Muslim 4/2165)
Aku ingat ketika seseorang bertanya, "Apa orang-orang yang beriman dan bertaqwa itu selalu dibuat susah hidupnya oleh Allah SWT?"
Astaghfirullah..
Astaghfirullah..
Tentu tidak sahabatku, masa ujian kita dengan Allah SWT itu berada di sepanjang kehidupan kita. Selama kita masih bernafas, selama itu pula ujian Allah SWT ada. Karena itulah kita harus menyelesaikan soal demi soal itu dengan baik dan teliti. Lakukan yang terbaik untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT di sepanjang hela nafas kita..
Dan pasti ada yang bertanya, "Lalu bagaimana ciri-ciri orang yang beriman dan bertaqwa itu?"
Ada seseorang yang aku kagumi dan aku hormati berkata, "Jangan pernah terjebak dengan kriteria-kriteria manusia yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan, karena hal itu akan menyulitkan kita, bahkan bisa menyesatkan kita kepada golongan-golangan orang yang merugi karena menganggap penilaian manusia itu benar dibandingkan dengan score yang di berikan Allah SWT"
Lalu bagimana solusinya?
Beliau menjawab, "Terus dan teruslah memperbaiki diri! Lakukan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW, dan ikutilah petunjuk-petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadist Nabi... InsyaAllah kita akan selamat!"
Beliau menjawab, "Terus dan teruslah memperbaiki diri! Lakukan apa yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW, dan ikutilah petunjuk-petunjuk Allah SWT melalui Alquran dan hadist Nabi... InsyaAllah kita akan selamat!"
Wallahu'alam bissawab...
Marilah sahabatku kita berlomba...
Berlomba dalam rangka memberikan yang terbaik untuk menyelesaikan setiap ujian-ujian Allah SWT..
Serta jangan pernah melupakan kewajiban-kewajiban kita kepada Allah SWT. Mari kita berlomba-lomba untuk terus berbuat kebaikan dan terus memperbaiki diri untuk mendapatkan berkah dari Allah SWT..
Amiin ya Rabb..
Wassalam...
Keutamaan Makan Sahur
Assalamualaikum..
Selamat Pagi, teman.. Alhamdulillah, hari ini kita masih di berikan kesempatan untuk puasa di Bulan Ramadhan tahun ini.
Semoga Ramadhan ini penuh keberkahan dan lebih baik dari sebelumnya, amiin..
Di dalam Alqur'an Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS Albaqarah (2):183)
Kepada orang yang hendak berpuasa, Rosulullah SAW menyuruh makan sahur sebagai pembeda antara puasa kita dengan puasa Ahlul Kitab. Dari Amr bis Ash ra, Rosulullah SAW bersabda: "Pembeda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim)
Apa saja keutamaan makan sahur?
Pertama, makan sahur adalah barokah. Dari Salman ra, Rosulullah SAW bersabda, "Barokah itu ada pada tiga perkara, Al Jama'ah, Ats-Tsarid dan makan sahur." (HR At Thabrani)
Dari Abdullah bin al Harits dari seorang sahabat Rosulullah SAW: Aku masuk menemui Nabi SAW ketika itu beliau sedang makan sahur, beliau berkata: "Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan." (HR An Nasa'i)
Makan sahur sebagai barokah sangatlah jelas karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah puasa karena merasa ringan orang yang puasa.
Makan sahur juga (berarti) menyelisihi Ahlul Kitab, karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oeh karena itu Rosulullah SAW menamakannya dengan makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits al-Irbath bin Syariyah dan Abu Darda ra: "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur"
Kedua, Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur. Mungkin barakah sahur yang tersebar adalah (karena) Allah SWT akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, emmenuhi mereka dengan rahmat-Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdoa kepada Allah agar memaafkan mereka agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.
Dari Abu Sa'id alKhudri ra, Rosulullah SAW bersabda : "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk setengah air, karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur."
Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb Yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang muslim yang paling afdhal adalah korma.
Bersabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baiknya sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Dawud)
Barangsiapa yang tidak menemukan kurma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk bersahur walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena keutamaan yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah SAW: "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."
Sunnah Mengakhiri Sahur
Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi SAW dan Zaid bin Tsabit ra melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi SAW bangkit untuk sholat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya sholat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabullah.
Anas ra meriwayatka dari Zad bin Tsabit ra."Kami makan sahur bersama Rosulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam kemudian beliau sholat." Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Zaid menjawab, "kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an." (HR Bukhari dan Muslim)
Marilah kita sempurnakan makan sahur kita saudara saudariku..
Saya selalu berharap semoga saya masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu di Ramadhan selanjutnya.
Semoga esok selalu menjadi lebih baik dari hari ini. Marilah Kita terus dan terus berjuang untuk memperbaiki diri.
dan semoga semua yang kita lakukan selalu berada di jalan Allah SWT dan penuh dengan keberkahan-Nya...
Amin ya Rabb..
Wassalam...
Langganan:
Komentar (Atom)




